/ Update

Waspada Loker Potensi Bahaya: Kenali 7 Red Flags Selain "Bayar Dulu"

Feb 06, 2026 Update
Share this article:

Ciri-ciri Lowongan Kerja yang red flags


Mencari pekerjaan memang butuh semangat, tapi jangan sampai antusiasme menutupi logika. Penipuan lowongan kerja kini semakin canggih, bahkan menggunakan profil perusahaan asli untuk mengelabui calonkorban. Berikut adalah tanda-tanda bahaya yang wajib Anda waspadai:


  • Tidak memuat jobdes ringkas: Iklan lowongan kerja adalah wajah profesionalisme pengelolaan SDM sebuah perusahaan. Iklan lowongan kerja yang tidak profesional seperti dituliskan oleh orang yang tidak terbiasa membuat lowongan kerja profesional, misalnya tidak mencantumkan jobdes singkat, apalagi tidak disertai email address tempat mengirimkan email lamaran. Kalau pun ini lowongan kerja yang benar, besar kemungkinan perusahaan ini tidak dikelola secara profesional.


  • Menggunakan Email Gratisan: Perusahaan yang bonafid selalu menggunakan domain resmi (misal: hrd@nama-perusahaan.com). Jika Anda menerima undangan wawancara dari alamat @gmail.com atau @yahoo.com yang mengaku perusahaan besar, patut dicurigai undangan perusahaan bodong berkedok perusahaan resmi.


  • Permintaan uang untuk biaya “administrasi/pelatihan/peralatan kerja (whatsoever) ” di awal proses rekrutmen merupakan indikasi klasik lowongan palsu yang sudah bolak-balik diimbau untuk dihindari oleh Disnaker/Kemenaker.


  • Gaji Tidak Masuk Akal: Penawaran gaji yang tidak masuk akal tingginya untuk tugas yang tidak masuk akal ringannya (misal: "Hanya like video dapat jutaan rupiah") adalah ciri khas penipuan skema komisi tinggi yang marak saat ini. Pelaku biasanya akan kasih uang di awal untuk meyakinkan job seeker, lalu meminta deposit uang yang semakin besar sebelum akhirnya menghilang. 


  • Proses rekrutmen sepenuhnya hanya melalui Chat: Jika proses rekrutmen dan seleksi dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau Telegram tanpa adanya sesi wawancara video atau tatap muka sebagaimana wajarnya, Anda patut curiga.


  • Permintaan Data Pribadi diawal: Hati-hati jika Anda diminta mengirimkan foto KTP, NPWP, atau nomor rekening bank (juga foto buku tabungan) di tahap awal pendaftaran. Data pribadi sering disalahgunakan untuk pencurian identitas untuk pinjaman online.


  • Proses yang Terlalu Cepat: Penipu sering memberikan tekanan waktu (misal: "Harus konfirmasi dalam 1 jam"). Perusahaan betulan membutuhkan waktu untuk menyeleksi kandidat, bukan langsung menawarkan pekerjaan tanpa wawancara mendalam.


  • Lokasi Wawancara Mencurigakan: Hindari undangan wawancara di rumah pribadi, kafe, atau ruko (setengah) kosong yang tidak sesuai dengan alamat resmi perusahaan di situs resmi mereka.

Lihat: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/04/29/09322541/warga-tertipu-lowongan-kerja-bodong-di-bekasi-rugi-ratusan-ribu-rupiah


  • Instruksi Mendonlot Aplikasi Tak Dikenal: Modus lain yang sebenarnya sudah usang adalah meminta untuk mengunduh file .apk atau perangkat lunak tertentu dengan dalih "tes kemampuan", yang sebenarnya adalah malware untuk mencuri data ponsel Anda.



Tips Tambahan: Selalu cek legalitas perusahaan melalui portal Ditjen AHU Online https://ahu.go.id/pencarian/profil-pt untuk memastikan perusahaan tersebut memang terdaftar secara resmi dan mempunyai alamat resmi.


Ready to start learning?

Join thousands of students who are already learning with Mustika Academy. Start your journey today!

Explore Courses